Pengusaha Sukses Berawal dari Gerobak

jasa-gerobak-unik-di-bekasi

Gerobak Unik adalah jasa jual pembuatan gerobak modern di bekasi dan jakarta. Banyak pengusaha-pengusaha yang hebat diawali dari hal yang kecil. Apa itu ? Ya gerobak. Dari gerobak ini mereka bisa sukses. Bagaimana kisah dan ceritanya ? Yuk kita simak masing-masing pengusaha hebat itu.

Christian Trianggabayu

Semua lapisan masyarakat Indonesia, mulai dari penguasa, pengusaha, hingga rakyat biasa memiliki andil terhadap ekonomi nasional. Bahkan, tukang bakso, tukang gorengan, dan segala jenis usaha yang menggunakan gerobak sekalipun memiliki peran dalam menggerakkan roda ekonomi.

Namun, masih ada yang sebelah mata memandang peran dari para wirausahawan kelas gerobak tersebut. Terkadang, peran mereka tersilaukan oleh industri yang lebih besar.

“Jenis usaha mikro jumlahnya 56 juta (data Kementerian Koperasi tahun 2012). Jadi, tukang bakso, tukang gorengan, tukang sate, ciri mikro adalah dorongan, dan Anda tidak boleh anggap enteng mereka. Mengapa? karena mereka telah memberikan lapangan kerja kepada 99,86 juta orang,” kata Subiakto dalam acara Pesta Wirausaha di Taman Mini Indonesia Indah gerobak unik bekasi, Jakarta, Jumat (3/4/2015).

Hal serupa sudah dilakukan Crhsitian Trianggabayu, yang akrab disapa Bayu, wirausahawan asal Yogyakarta. Kini Bayu (35) sudah mengembangkan usaha angkringan dengan branding Angkringan Nasi Kucing78  di hampir seluruh kota besar di Indonesia. Kepada Tribunnews.com dalam wawancara melalui surat elektronik, Sabtu (18/4/2015) Bayu bercerita panjang mengenai bisnisnya.

Ia menawarkan sebuah bentuk usaha, yang berwujud usaha kuliner yaitu angkringan nasi kucing, pada dasarnya saya tidak memusingkan orang mau menyebut jenis usaha saya ini kaya apa, apakah bentuknya franchise, waralaba, kemitraan atau sebutan yang lain silahkan saja, saya sendiri lebih suka menyebut layanan jasa saya ini adalah kerjasama gotong royong saling menguntungkan.

Sederhananya saya hanya ingin berbagi pengalaman usaha dengan rekan-rekan semua, saya juga tidak meminta fee royalty tiap bulan, ataupun pungutan yang sifatnya berkala. Semua omzet yang didapatkan oleh mitra saya menjadi hak milik mereka sepenuhnya.

Untuk gerobak dan peralatan yang sudah dibeli oleh mitra akan menjadi milik mitra sepenuhnya. Untuk resep, strategi promosi dan tata kelola management angkringan nasi kucing 78 hanya diperuntukkan untuk mitra saya, dan tidak diperbolehkan diberikan kepada orang yang bukan mitra angkringan nasi kucing 78.

Untuk pemakaian nama “Angkringan Nasi Kucing 78 “ sifatnya wajib dan menjadi brand utama, nah saya berikan kesempatan kepada mitra saya untuk memakai nama second brand. Penggunaan nama utama “ Angkringan Nasi Kucing 78 “ ini wajib ada dalam setiap media promosi yang dilakukan, misalnya media promosi melalui jejaring sisal, media promosi brosur, banner, flyer, SMS dan sebagainya

Cak Asmo

Cak Asmo merantau ke kota yang merupakan ikon pariwisata Indonesia itu (Bali) sejak tahun 1992 dengan satu tujuan, yaitu mencari nafkah. Pekerjaan pertamanya di Bali hanyalah membantu sang kakak berjualan mie dan nasi goreng dengan menggunakan gerobak dorong. Bekerja bagi sang kakak selama 6 bulan, pria yang gerobak unik bekasi hanya lulusan SMA itu akhirnya diberi sebuah Gerobak oleh sang kakak agar ia bisa berjualan sendiri.

Selain berjiwa pengusaha, Cak Asmo juga memiliki iman yang kuat. Dalam keadaan yang sulit, Cak Asmo selalu berdoa pada Tuhan agar diberikan kelancaran dalam pekerjaannya. Seminggu kemudian doanya terkabul. Rekan satu gerejanya tiba-tiba memberikan sebuah ruko secara gratis untuk digunakan Asmo sebagai tempat berjualan.

Kisah Sukses Cak Asmo, Dari Gerobak Dorong Jadi Pengusaha Restorant Dari situlah karir Asmo mulai menanjak. Rumah makan yang didirikan pada tahun 2007 itu berhasil mencuri perhatian masyarakat Bali. Salah satu alasan dari cepatnya rumah makan Cak Asmo berkembang adalah selain rajin berdoa, ia juga selalu menghadirkan menu-menu baru di rumah makannya. Hingga akhirnya rumah makan kecil tersebut menjadi sebuah depot yang tiap harinya dipadati masyarakat Bali maupun wisatawan.

Sukses dengan depot yang pertama, Asmo membuka satu depot lagi. Ditengah pengembangan karir yang menanjak, ujian kembali menerpa bagi pria paruh baya ini. Depot keduanya yang baru saja dibangun ludes terbakar. Diterpa masalah besar, bukannya gerobak unik bekasi membuat Asmo putus asa, malah ia semakin berserah kepada Tuhan dan berusaha bangkit dari keterpurukan. Akhirnya iapun mampu membangun kembali depot yang kedua.

Cak Asmo, Dari Gerobak Dorong Jadi Pengusaha RestoranSalah satu kunci sukses dari depot Cak Asmo sendiri adalah penetapan harga yang terjangkau bagi semua kalangan. Dengan moto “Cita Rasa Bos, Kantong Anak Kost”, depot tersebut sukses menjadi salah satu tempat yang paling banyak dikunjungi oleh para wisatawan dan masyarakat asli Bali. Bahkan beberapa orang berkata, “belum ke Bali namanya jika belum mengunjungi depot Cak Asmo”.

Meskipun telah sukses Cak Asmo tetaplah seorang pribadi yang rendah hati, Ia mengatakan bahwa jasa gerobak unik kesuksesannya adalah datang dari Tuhan. “Jika bukan Tuhan, hidup saya tidak ada apa-apanya,” tambah Cak Asmo. Kini mantan pedagang nasi goreng ini sudah menjadi pengusaha sukses dan memperkerjakan lebih dari 60 orang karyawan.

Kisah Sukses Cak Asmo, Dari Gerobak Dorong Jadi Pengusaha RestoranSegala kesuksesan semua berawal dari “Mimpi, Kerja Keras, & Doa“. 3 unsur inilah yang membawa pria perantauan bernama jasa gerobak unikCak Asmo menjadi salah satu pengusaha restoran ternama di Bali. Dengan memakai nama restoran sesuai namanya, tempat makanan ini kini menjadi salah satu favorit masyarakat ataupun para wisatawan di Bali.

Asmui Kammuri

Berawal dari gerobak minuman sederhana, M. Asmui Kammuri kini sukses mengelola bisnis minuman. Melalui bendera Javapuccino, dia melebarkan sayap usahanya ke seluruh Indonesia.

Saat ini ada sekitar 450 outlet Javapuccino di seluruh Indonesia. Di antara jumlah itu, 49 unit adalah milik Asmui yang tersebar di Jakarta, Tangerang, Bogor, dan Semarang. Sisanya adalah milik para gerobak unik jakarta franchiser yang bekerja sama dengan dia.

Asmui memang tinggal menangguk keuntungan dari usahanya. Tapi, hal itu tidak datang dengan sendirinya. Lelaki kelahiran Semarang, 24 Oktober 1985, itu harus bekerja ekstrakeras sebelum bisnisnya berkembang seperti sekarang. Dia mengawali usahanya saat kuliah di Program Studi Akuntansi Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah, Jakarta, pada 2006.

Ketika itu dia bikin lembaga bimbingan belajar (LBB) yang diberi nama Smart College. Asmui gerobak unik jakarta mengumpulkan kawan-kawannya di kampus untuk disalurkan menjadi guru les privat.

Sebelumnya dia pernah menjadi tentor di LBB Bintang Pelajar. Hasil dari bisnis itu sesungguhnya lumayan. Namun, usahanya tersebut bubar setelah berjalan dua tahun. Penyebabnya adalah jasa gerobak unik bisnis itu mengganggu kuliah. Karena menjalankan usahanya itu, dia sering tidak masuk kelas. Nilainya pun banyak yang turun.

Meski begitu, naluri bisnis Asmui tidak mati. Dia harus melakukan itu untuk membantu biaya kuliah. Orang tuanya adalah petani sehingga secara finansial tidak bisa diandalkan sepenuhnya untuk membiayai kuliah Asmui. Berbisnis juga harus dilakukan Asmui sebagai upaya melunasi utang-utangnya yang menggunung jasa gerobak unik.

Kali ini dia menjajal usaha minuman. Alasannya, pengelolaannya mudah dan untung yang didapat besar. “Kalau makanan, lebih merepotkan. Apalagi, makanan juga lebih mudah basi. Kalau tidak laku, malah bisa merugikan,” urainya.

Lalu, pada 2 Februari 2008, dia memberanikan diri membuka kios minuman kopi dan teh di Ciputat. Dia bermodal Rp 3 juta untuk membuat gerobak dan menyewa tempat gerobak unik jakarta.

Tak disangka, minuman yang dijualnya laris manis. Dia pun bisa tetap masuk kuliah dan menggaji sang teman yang membantu berjualan. Seperti usaha jalanan lainnya, dia harus menghadapi premanisme yang meminta jatah uang keamanan. Gerobak yang dititipkan di sebuah tempat penitipan kerap dijarah. Suatu ketika, kotak penyimpanan es yang hilang. Di lain waktu blender yang raib.

Namun, Asmui tidak menyerah. Pada 2008, dia menyediakan ice blend coffee dan aneka teh. Setahun kemudian bertambah dengan bubble drink dan smoothies. Sebelum setahun berdagang, dia berhasil menyewa tempat di kantin UIN.

Kampus dan sekolah menjadi tempat utama Asmui membuka dagangan. Saat ini, selain di UIN, outlet Javapuccino berada di Universitas Indonesia, Universitas Trisakti, Universitas Tarumanegara, gerobak unik jakarta Universitas Padjadjaran, Universitas Sumatera Utara, dan sejumlah kampus lainnya.

Pengembangan ke sejumlah instansi pendidikan itu berhasil dilakukan setelah pada 2009 dia membuka kesempatan bagi pihak-pihak yang tertarik menjalankan bisnis itu dengan cara franchise. Selain di kampus-kampus, outlet Javapuccino dijumpai di sejumlah supermarket dan pusat perbelanjaan. Dia kemudian mendirikan PT Javapuccino Coffee untuk mewadahi usahanya itu.

Cerita sukses Javapuccino membuat Asmui menuai banyak penghargaan. Di antaranya, Wirausaha Muda Sukses Terbaik 2011 dari menteri koperasi dan UKM RI, Indonesia Franchise Award 2011 kategori Fastest Growing Franchise, dan Juara Nasional Wirausaha Muda Mandiri 2010.